Jumat, 25 Maret 2011

KEKUATAN DO'A

Satu tokoh yang gw senang waktu kecil adalah LUPUS. Saking senengnya dengan Lupus, hampir semua bukunya udah gw baca. Film-filmnya gw nonton dan sinetronnya pun gw jabanin tiap minggu. Lupus telah menjadi figur idola gw dulu disamping Boy (pen. Catatan si Boy) tentunya.

Gayanya yang nyantai, kreatif, mau nyobain segala sesuatu, jail, humoris, dan peduli dengan teman-temannya. Itu gambaran yang gw tangkap tentang Lupus. Gw inget Lupus sambil sekolahnya magang di majalah HAI sebagai reporter.

Dan hari ini gw tersadar, betapa doa gw dulu waktu kecil saat ini tengah dikabulkan oleh Tuhan. Apa yang Lupus rasakan gw rasakan hingga hari ini. Bagaimana rasanya dikejar deadline berita, bagaimana rasanya harus bangun pagi-pagi untuk meliput dan di hari libur pula. Ya tadi pagi ketika terjebak kemacetan menuju Lapangan Karebosi gw tersadar.
Ternyata begitu besar kekuatan doa. Memang terkadang doa kita tidak langsung dikabulkan oleh Dia, Sang Maha Pencipta. Bisa jadi doa kita dikabulkan bahkan ketika kita sudah lupa bahwa pernah berdoa seperti itu. Itu yang gw rasakan.

Kamis, 24 Maret 2011

ISENG


ISENG. Yah that would be my middle name. Dari TK sampe sekarang hobby gw Iseng.

Iseng pertama yang gw inget adalah “mukul” kepala teman-teman waktu TK, ngebayangin kepala teman kayak tuts-tuts piano, yang kalo dipukul bakal mengeluarkan bunyi yang indah. Mukulnya bukan nampol ya, “sentuh” dikit aja. Dan walhasil, beberapa anak nangis dan melaporkan gw ke guru waktu itu. Cuman karena Bunda punya “pengaruh” di TK, bu gurunya pura-pura menghukum dan mukul gw...tapi dasar gw cengeng (dulu ya), malah nangis beneran, sekalian solider dengan teman-teman yang gw “pukul kepalanya”.

Banyak lagi iseng-iseng yang lain yang udah gw lakuin, cuman kali ini gw pengen cerita tentang iseng waktu kuliah, sekaligus membuka true story yang selama ini cuman beberapa orang yang tahu.
Kita mulai dengan membaca mantra Pak Tarno: “Sim salabim jadi apa prok prok prok...”