Sabtu, 10 November 2012

Memaknai (Kembali) Arti Pahlawan


Pernah nonton Who wants to be super hero?

Kalau yang pernah nonton bakal tahu kalau acara ini adalah reality show di Amerika yang mencari orang-orang yang ingin memakai kostum pahlawan dan berperan bak seorang pahlawan dengan segala misinya dan nantinya yang menjadi pemenang akan mendapatkan hadiah yang cukup besar.

Ratusan pendaftar yang diimingi hadiah dan ketenaran mencoba mengejar gelar pahlawan tersebut.

Dalam salah satu episode digambarkan para “calon pahlawan” memiliki misi untuk sampai di suatu tempat dalam waktu yang telah ditentukan.

Dalam perjalanan menyelesaikan misinya ada beberapa warga yang membutuhkan pertolongan, namun karena terburu-buru, tak satupun dari “calon pahlawan” tersebut yang memberikan bantuannya.

Peran Pemuda dalam Menjawab Tantangan Masa Depan

Tulisan berikut adalah bahan materi yang biasa saya bawakan untuk pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh Dispora, saya postingkan di blog karena saya berfikir sudah saatnya untuk mengganti isi materi yang akan saya bawakan nanti.

Beberapa bahan untuk contoh mengambil dari website yang bersangkutan.

Gaya bahasanya sedikit serius dan formal karena permintaan penyelenggara :)

Semoga bermanfaat

Sabtu, 03 November 2012

Tentang Demonstrasi


Entah sudah berapa kali terjadi perang batu antara mahasiswa dan polisi, antara mahasiswa dengan mahasiswa. Demonstrasi yang awalnya bertujuan baik dengan isu mendesak usut tuntas kasus Bank Century, usut tuntas kasus korupsi di Indonesia, menolak pelanggaran HAM, dan meminta pihak intelektual kawal penyelesaian kasus-kasus yang ada, merupakan isu yang populis bagi masyarakat bukan hanya di Makassar tetapi di seluruh Indonesia. Karena itulah yang kita harapkan, terwujudnya supremasi hukum yang adil di bangsa ini.

Tetapi sayang niat baik apabila dilaksanakan dengan cara yang kurang baik, malah sebaliknya akan mendapatkan antipati dari masyarakat. Pemblokiran jalan, membakar ban bekas, dan menyandera mobil tangki malah menimbulkan kerugian dan kesulitan bagi masyarakat. Anarkisme demonstrasi kembali mencederai wajah demokrasi bangsa. Kembali menambah daftar panjang catatan buruk demonstrasi di Makassar. Apakah Makassar tidak bisa melakukan demonstrasi yang damai dan santun?