Sabtu, 10 November 2012

Memaknai (Kembali) Arti Pahlawan


Pernah nonton Who wants to be super hero?

Kalau yang pernah nonton bakal tahu kalau acara ini adalah reality show di Amerika yang mencari orang-orang yang ingin memakai kostum pahlawan dan berperan bak seorang pahlawan dengan segala misinya dan nantinya yang menjadi pemenang akan mendapatkan hadiah yang cukup besar.

Ratusan pendaftar yang diimingi hadiah dan ketenaran mencoba mengejar gelar pahlawan tersebut.

Dalam salah satu episode digambarkan para “calon pahlawan” memiliki misi untuk sampai di suatu tempat dalam waktu yang telah ditentukan.

Dalam perjalanan menyelesaikan misinya ada beberapa warga yang membutuhkan pertolongan, namun karena terburu-buru, tak satupun dari “calon pahlawan” tersebut yang memberikan bantuannya.


Mungkin itulah gambaran sederhana pahlawan yang tidak didasarkan pada niat kesungguhan untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi orang lain.

Pahlawan bukanlah gelar yang diperoleh dari lahir. Seorang pahlawan tidak meminta gelar untuk menjadi pahlawan. Gelar tersebut disematkan oleh masyarakat karena merasakan manfaat dari sang pahlawan.

Kalau dahulu seorang pahlawan lahir melalui perjuangannya di medan perang. Saat ini, kita bisa melahirkan pahlawan melalui karya-karya nyata.

Seorang penulis adalah pahlawan bagi pembacanya tatkala tulisan-tulisannya menjadi penggugah semangat dan memberi pengetahuan bagi orang lain.

Seorang guru adalah pahlawan bagi siswanya ketika ilmu yang diajarkan mengantarkan sang siswa menjadi orang yang sukses.

Seorang musisi adalah pahlawan bagi pendengarnya ketika musik yang dibawakan menginspirasi positif bagi para penikmat musiknya.

Seorang pemimpin adalah pahlawan bagi orang yang dipimpinnya jikalau ia mampu memerdesakan rakyat yang dipimpinnya.

Seorang atlit, seorang pilot, seorang polisi, seorang jaksa, seorang anak muda, seorang kakek, seorang pria, seorang perempuan dapat menjadi  pahlawan.

Jiwa kepahlawananan akan ada dalam diri kita tatkala kita menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dialah yang layak memperoleh gelar pahlawan tersebut.

Semoga bermanfaat. Selamat Hari Pahlawan.

1 komentar: