Senin, 29 Oktober 2012

KARENA SETIAP KITA ADALAH PENULIS


KARENA SETIAP KITA ADALAH PENULIS
Entah sejak kapan gw senang menulis? Mungkin berawal dari SMP, waktu ikut lomba karya tulis ilmiah. Waktu itu menulis tentang Peran Pramuka di Era Globalisasi dan dapat juara 1. Tetapi sebelum mendapat penghargaan itu butuh jalan panjang sebelumnya. Beberapa kali ikut lomba sinopsis seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Siti Nurbaya dan hasilnya gagal. Yup, semua butuh proses dan perjalanan. Berikut gw bagi ya beberapa tips untuk dapat menjadi penulis. Walaupun tulisan gw juga sebenarnya biasa-biasa aja :p tetapi semoga dapat bermanfaat

1. MEMBACA, MEMBACA DAN MEMBACA
Membaca menjadi sangat berperan bagi seorang penulis, karena dengan banyak membaca akan sangat membantu untuk menambah bendahara kosakata kita. Nggak lucu kan kalau tulisan kita banyak mengulang kata-kata yang serupa...mengulang kata-kata yang serupa...mengulang kata-kata yang serupa :p. (Halah)
Lagian dengan banyak membaca akan banyak ilmu yang bisa kita serap dan dibagi tentunya, jadi kalau gak bisa menjadi penulis, kita bisa menjadi narasumber atau gak jadi pembaca dongeng buat anak-anak.
Kebiasaan membaca udah gw mulai dari kecil mulai dari komik, koran bahkan sampe buku gambar senang gw baca. Mau bahas apa aja gw baca, kalau mau lebih detail iklan-iklan di koran juga bisa dibaca.


2. BERBASIS PENGALAMAN
Menulis yang paling mudah sebenarnya kalau berbasis dengan pengalaman pribadi. Karena kita sudah melihat, mendengar dan merasakannya langsung, seperti kayak lagu Sheila on 7 (Lihat, Dengar, Rasakan. Red).
Saat ini banyak buku-buku yang berbasis pengalaman dari sang penulis contoh: Kambing Jantan dan teman-temannya karya Raditya Dika. Laskar Pelangi dan tetraloginya karya Andrea Hirata, De Journal, Naked Traveller.
Percayalah kawan menulis dengan berbasis pengalaman akan sangat menyenangkan. Beberapa penulis fiksi pun kadang melakukan observasi terlebih terhadap lokasi-lokasi yang akan dijadikan setting dalam tulisannya.
Karena dengan begitu akan membuat tulisan menjadi lebih hidup dan dapat digambarkan sehingga pembaca dapat menggambarkan lokasinya dalam khayalan mereka.

3. TULISKAN APA YANG ANDA PIKIRKAN
Pertanyaan yang dulu mendera gw ketika awal senang menulis adalah “Mulai dari kalimat apa ya?” Dan paling sering terbayang di benak gw adalah “Pada jaman dahulu kala...” atau gak “Alkisah...”.
Tapi lama kelamaan gw mulai dengan apa yang ada di pikiran gw, masalah struktur kata yang amburadul atau jalan cerita yang agak-agak gak nyambung urusan belakangan. Nanti kan bisa diedit. Beruntunglah sekarang ada laptop, gak kebayang kalau kayak dulu masih pake mesin ketik, yang salah dikit maka harus mengulang dari awal.

4. GAGAL ITU BIASA
Tulisan gw kadang masih berantakan dan gak bagus sebenarnya. Itu terbukti dari beberapa kali tulisan yang gw kirim ke media gak dimuat-muat. Tetapi gak berarti harus putus asa cobain aja terus, ntar pimrednya juga bakal bosan kok dikirimin terus dan akhirnya bakal nyerah untuk memuat tulisan kita, tentunya dikolom dibuang sayang :p.
Atau kalau gak posting tulisannya aja di facebook, ntar kalau ada yang senang kan dapat jempol tuh, kalau tetap gak ada yang mau ngasih jempol, bayar aja teman buat ngasih jempolnya, atau ajakin chatting dan bilang “eh jempol dong di tulisan gw”.
Gimana biar tulisan kita dibaca? Tag aja orang-orang otomatis bakal dibaca dah tuh, mau jelek mau nggak. Cuman siap-siap aja dikomen “Tolong jangan tag saya lagi”.
Dan ketika mendapat sambutan seperti itu jangan putus asa, makanya add banyak orang dong jadi teman. Masa sih gak ada gitu dari sekian banyak teman yang mau kasihan ngasih jempol.

5. BUAT TULISAN DALAM BAHASA YANG SESUAI
Bahasa yang sesuai disini maksudnya, sesuai dengan bahasa di daerahnya. Nulis pake bahasa Jerman trus yang baca orang gak bisa bahasa Jerman maka nggak bakal nyambung. Jangan juga menulisnya pake bahasa binatang, sumpah gak bakal laku.
Well, mungkin itu dulu yang gw bagi, semoga tulisan ini bermanfaat dan please kasih jempolnya, masa sih gak ada yang kasihan sama gw :p please please please hehehe
Tapi pada dasarnya setiap kita adalah penulis. Mungkin kita tidak menulis di atas kertas dan tidak menggunakan pena tetapi kita adalah penulis bagi cerita hidup kita. Maka tuliskanlah jalan hidup kita dengan benar dan baik, sehingga jalan hidup kita akan senantiasa kita jalani dengan indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar