Sesaat setelah saya mengirimkan seri kepemimpinan ini kepada teman-teman di bbm, ada yang merespon “Tetapi realita saat ini sebaliknya”. Apa yang dikatakan oleh kawan saya itu benar adanya, tetapi bukan hanya saat ini. Sejak zaman dahulu kala memang banyak yang menganggap sebaliknya, akhirnya lahirlah kisah-kisah kepemimpinan seperti Firaun, Hitler dan banyak pemimpin-pemimpin kelas dunia lain yang menganggap dirinya sebagai penguasa. Bukan berarti pula bahwa kepemimpinan Firaun dan Hitler salah, karena buktinya mereka punya banyak pengikut. Tetapi dengan Anda menjadi pemimpin yang bisa menjadi pelayan bagi yang dipimpinnya, maka yakinlah orang-orang yang dipimpin akan lebih mendengarkan Anda dan mencintai Anda.
Saya mencoba mengambil contoh pada tiga tokoh pemimpin yang saya kagumi. Pertama, Muhammad. Lihatlah bagaimana Muhammad, sang Rasul, memimpin umatnya. Beliau tidak segan untuk memberi makan kepada orang buta yang bahkan orang buta itu sendiri membencinya tetapi tidak pernah mengetahui bahwa yang memberi makan dan menyuap langsung adalah Muhammad.
Kedua, Cao Cao, jenderal dan penguasa legendaris dari abad ketiga yang menjadi gambaran politisi licik di cerita rakyat China, dalam kisah Three Kingdom. Dalam film Red Cliff digambarkan bagaimana Cao Cao mendatangi prajuritnya yang sedang sakit dan menyuapinya, setelah itu walaupun dalam kondisi sakit mereka tergerak untuk terjun di medan perang.
Ketiga, Umar bin Khatab. Ketika memimpin Umar bin Khatab pernah mendapati rumah seorang warganya yang tidak memiliki makanan. Akhirnya Umar berlari ke Baitul Mal untuk mengambil sekarung beras dan mengangkat karung itu sendiri ke rumah tersebut. Dan lihatlah betapa cinta warganya kepada Umar bin Khatab.
Itulah kekuatan dari melayani. Dan pada hakikatnya seperti itulah kepemimpinan, makanya digambarkan betapa berat amanah menjadi pemimpin itu. Bukan sebuah hal yang mudah, karena seorang pemimpin adalah gambaran dari orang yang dipimpinnya. Tapi entah kenapa, orang masih juga berebut untuk menjadi pemimpin. Padahal kalau kita memahami makna dari kepemimpinan yang sesungguhnya niscaya kita tidak akan meminta untuk menjadi pemimpin, karena begitu besarnya tanggung jawab menjadi pemimpin itu sendiri.
Semoga tulisan ringkas ini dapat mengingatkan kepada kita akan arti kepemimpinan, bahwasanya menjadi pemimpin adalah pelayan bagi yang dipimpin. Dan bila Anda yang menjadi pemipin saat ini bisa menjalankan peran ini, niscaya Anda akan menjadi pemimpin yang disayangi oleh orang-orang yang Anda pimpin.
Selamat menjalankan tugas Anda sebagai pemimpin, baik yang memimpin di tingkat dunia, negara, organisasi, rumah tangga ataupun memimpin dirinya sendiri.
by E.Z. Muttaqien Yunus/Aking
Tidak ada komentar:
Posting Komentar